Produksi Gula Petani di Jawa Timur Melonjak, Ini Kuncinya

0
0

Bagikan Postingan:

Petrokimia Gresik melanjutkan tren positif program Makmur dalam rangka mempertahankan posisi Jawa Timur sebagai lumbung produksi gula nasional berkolaborasi dengan Pabrik Gula (PG) Rajawali I.

Demikian di sampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo pada acara Panen dan Tanam Program Makmur Komoditas Tebu di Desa Bakalan, Kec. Bululawang, Kab. Malang, Jumat (29/9) yang di ikuti oleh Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN, Zuriyati Simbolon.

Dwi Satriyo juga menekankan bahwa peningkatan produktivitas ini hasil dari upaya-upaya dalam Program Makmur, termasuk penggunaan teknologi pertanian canggih dan pendekatan yang lebih terstruktur dalam mendukung petani tebu.

Data Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2022, produksi gula di Jawa Timur mencapai 49,55 persen atau sekitar 1,19 juta ton dari total produksi gula nasional sebesar 2,4 juta ton.

Melalui Program Makmur komoditas tebu salah satunya di Kab. Malang yang merupakan lumbung gula jawa timur, mampu berkontribusi positif terhadap peningkatan produktivitas gula nasional.

“Dampak positif lainnya dari peningkatan hasil panen ini, pendapatan petani pun turut bertambah menjadi Rp 105 juta untuk setiap Hektarnya, dari sebelumnya hanya memperoleh Rp 96 juta.

Artinya ada peningkatan pendapatan sebesar Rp 9 juta per Hektare,” ungkap Dwi Satriyo di kutip Minggu (1/10/2023).

Program Makmur

Sementara itu, pada tahun ini Petrokimia Gresik mendapatkan amanah untuk menjalankan Program Makmur di lahan seluas 99.000 Ha dengan berbagai komoditas.

Hingga akhir Agustus 2023, Petrokimia Gresik telah berhasil merealisasikan Program Makmur seluas 102.589 Hektare (Ha), atau 104 persen dari target yang di tetapkan.

Terkhusus pada komoditas tebu, telah terealisasi di lahan seluas 35.481 Ha.. Realisasi tersebut salah satunya berhasil di capai melalui kerjasama dengan PG Rajawali I di Kab. Malang ini.

Alutsista Kostrad Jadi Favorit di TNI AD Fair 2023

Selain PG Rajawali I, Program Makmur di Malang juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Malang, Bank BNI, Bank Jateng, Bank BTN, serta pihak lainnya.

Ini merupakan kolaborasi ekosistem yang terintegrasi dengan Petrokimia Gresik yang memastikan pasokan pupuk komersil, memberikan layanan uji tanah, dan menyediakan pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Dwi Satriyo, dari Petrokimia Gresik, menegaskan komitmen untuk mendukung petani melalui Program Makmur ini sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dan BUMN.

Sementara, Zuryati Simbolon di hadapan awak media menyampaikan bahwa program ini lahir atas kesadaran bersama jika kekuatan pangan itu ada pada upaya dalam membangun ekosistem.

“Dari sisi keasdepan kami, ada pupuk, ada Bulog, ada RNI (PT Rajawali Nusantara Indonesia). Kami sebenarnya sebagian besar dari ekosistem pangan ini, khususnya tebu. Jadi kenapa tidak kita integrasikan dan kita bentuk ekosistem yang kuat,” jelasnya.

Program Makmur ini, tambahnya, bukan hanya untuk tebu saja. Saat ini juga berfokus pada padi, tebu, jagung, dan kopi. Tapi karena ekosistem ini berhasil meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, maka tidak menutup kemungkinan akan di terapkan di komoditas pangan lainnya.

Mari bergabung bersama Nusantarawan Hebat dan maju bersama sejahterakan ekonomi Indonesia. Wujudkan Indonesia sejahtera masyarakatnya.
Dapatkan banyak keuntungan dengan mendaftar di Nusantarawan Hebat.

Info lebih lanjut:

Email : [email protected]
Facebook : Nusantarawan Hebat
Youtube : Nusantarawan Hebat – N1H
Instagram : Nusantarawanhebat 
Tiktok : @nusantarawanhebatn1h 
Twitter : @NusantarawanN1H 
Linkedin : Nusantarawan Hebat
Whatsapp: +62 878-8188-110

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Artikel Terpopuler

Tetap Terkoneksi