Pajak Wisata Turis Asing Rp 150.000, Bali Bisa Kantongi Rp 600 Miliar per Tahun

Pajak Wisata Turis Asing Rp 150.000, Bali Bisa Kantongi Rp 600 Miliar per Tahun
0
0

Bagikan Postingan:

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bakal menarik pajak wisata alias retribusi kepada turis asing yang datang ke Pulau Dewata senilai USD 10, atau setara Rp 150.000. Peraturan daerah yang menaungi kebijakan pajak wisata itu sudah di buat, dan rencana bisa di terapkan mulai Februari 2024.

Wakil Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Budijanto Ardiansyah menilai, penarikan pajak wisata bakal turut mendongkrak pendapatan daerah untuk Bali.

Menurut perhitungannya, Pemprov Bali bisa mengantongi pendapatan hingga Rp 600 miliar per tahun.

Meski begitu, ia mengatakan, Pemprov Bali sebenarnya bukan mencari tambahan pendapatan dengan adanya penerapan pajak wisata tersebut. Lebih kepada agar para wisatawan mancanegara bisa mematuhi kearifan lokal selama berlibur di Bali.

“Saya kira udah cukup (pendapatan daerah dari turis asing). Pungutan ini kelihatannya hanya sekedar reaktif akibat berbagai permasalahan yang timbul dari ulah-ulah segelintir turis di Bali,” ujar Budijanto.

Kunjungan Wisman

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebelumnya melaporkan, data terakhir menunjukan 4 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama Januari-Juni 2023, dimana 45 persennya hadir ke Bali.

Adapun total kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sebanyak 2.390.585 orang, dimana turis asing asal Australia masih mendominasi. Dominasi wisman ke Bali tersebut menyusul dari India, Amerika Serikat, Inggris, Singapura, China, Malaysia, Korea Selatan, Jerman, dan Rusia.

Wakil Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Budijanto Ardiansyah, menyambut inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang akan menarik pajak wisata senilai USD 10 (setara Rp 150.000) kepada turis asing yang datang ke Pulau Dewata.

Budijanto menilai, pengenaan pajak wisata tidak akan memberatkan para turis asing. Hanya saja, ia meminta adanya detil teknis dari peraturan tersebut.

RI Bisa Masuk 5 Besar Negara Ekonomi Terkuat Dunia

“Hanya teknis penerapannya yang harus detil, apakah hanya berlaku untuk kedatangan di Bandara Ngurah Rai atau gimana. Terus yang dengan penerbangan domestik atau darat gimana, yang punya Kitas bagaimana. Dan, yang paling penting adalah pendapatan itu di pakai untuk apa.

Menurut dia, Pemprov Bali sebenarnya bukan mencari tambahan pendapatan dengan adanya penerapan pajak wisata tersebut. Lebih kepada agar para wisatawan mancanegara bisa mematuhi kearifan lokal selama berlibur di Bali.

“Saya kira sudah cukup (pendapatan daerah dari turis asing). Pungutan ini kelihatannya hanya sekedar reaktif akibat berbagai permasalahan yang timbul dari ulah-ulah segelintir turis di Bali,” ujar Budijanto.

“Yah, mudah-mudahan saja bisa terkelola dengan baik dananya,” ungkap dia.

Mari bergabung bersama https://nusantarawanhebat.com dan maju bersama sejahterakan ekonomi Indonesia. Wujudkan Indonesia sejahtera masyarakatnya.
Dapatkan banyak keuntungan dengan mendaftar di Nusantarawan Hebat.

Info lebih lanjut:

Email : [email protected]
Facebook : Nusantarawan Hebat
Youtube : Nusantarawan Hebat – N1H
Instagram : Nusantarawanhebat 
Tiktok : @nusantarawanhebatn1h 
Twitter : @NusantarawanN1H 
Linkedin : Nusantarawan Hebat
Whatsapp: +62 811-1194-951

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Artikel Terpopuler

Tetap Terkoneksi