Kereta Cepat Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Potensi Tersembunyi Bersama GALAKSI Consulting Services!
0
0

Bagikan Postingan:

Di lansir dari BAPPENAS, Jakarta – Di temui di kantor Kementerian PPN/Bappenas pada 12 Februari 2016, Bambang Prihartono, Direktur Transportasi Bappenas menginformasikan pengembangan kereta api cepat atau High Speed Rail (HSR) Jakarta-Bandung. Pada intinya dengan adanya Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung,  terjadi pergeseran moda transportasi dari konvensional menuju HSR, sehingga dapat mengurangi kemacetan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bambang menjelaskan proyek ini telah di rencanakan sejak 2008 dan saat itu Bappenas telah melaksanakan studi Pre-FS-HSR Jakarta-Surabaya. Menurut studi tersebut, lokasi stasiun utama  di rencanakan di 5 wilayah yaitu Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang dan Surabaya. Dalam Buku II RPJMN 2015-2019 di sebutkan perlunya mengembangkan sistem angkutan umum massal modern dan maju dengan orientasi bus maupun rel serta di lengkapi dengan fasilitas alih moda terbaru.

Untuk itu, pada pemerintahan Kabinet Kerja, program kereta api cepat ini di fokuskan pada pembangunan tahap pertama dahulu, rute Jakarta-Bandung. Alasannya, pengembangan HSR di tujukan untuk wilayah dengan pendapatan perkapita  yang mencapai US$ 10.000. Untuk 5 tahun ke depan, baik Jakarta maupun Bandung diperkirakan akan mampu mencapai pendapatan di atas nilai tersebut.

Kereta Cepat

“Walaupun namanya cepat, tidak berarti buru-buru di persiapkan. Bahkan proyek ini sudah disiapkan sejak 2008. Karena dananya cukup besar, kami buat strategi sesuai kajian untuk membangun secara bertahap.  Mengapa di pilih Jakarta-Bandung dulu, karena pertumbuhan ekonomi regional koridor itu luar biasa. Kalau lihat pendapatan perkapita 5 tahun ke depan bisa mencapai US$ 10.000. Tentu daya belinya akan meningkat,” jelas Bambang.

Sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015-2019 yang ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi 5 sampai 6 persen. Menurut Bambang, proyek kereta api cepat dapat mendukung target penurunan biaya logistik hingga tahun 2019 sebesar 6,8 persen, dengan 3 persen berasal dari transportasi darat  dan  menjadi kunci utama (keydriver) pengembangan wilayah di sekitar proyek. Melihat pengalaman China yang sukses mengembangkan HSR Beijing-Shanghai dapat memicu manfaat aglomerasi secara signifikan.

Bambang juga menyebutkan bahwa proyek angkutan umum di empat negara yang telah dia sambangi bukanlah bicara proyek untung, namun menjanjikan keuntungan besar di kemudian hari untuk tahap operasionalnya, termasuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Perekonomian Indonesia Bisa Terkuat Ke-5 di Dunia

”Di mana-mana proyek pembangunan angkutan massal adalah proyek rugi. Saya sudah ke empat negara dan melihat. Ini orang suka salah, di kira proyek pembangunan angkutan massal itu bicara proyek untung.  MRT itu awalnya rugi dulu. Tapi yang harus kita lihat proyek kereta api cepat ini sebagai keydriver untuk pengembangan wilayah. Contohnya di China, itu tiap kota yang di sambangi langsung tumbuh sekitar 0,06 sampai  1% dari PDB, langsung tumbuh daerahnya,” ujar Bambang.

Pengembangan Wilayah

Pengembangan HSR Jakarta-Bandung saat ini merupakan prioritas untuk mendukung aglomerasi dua kota besar serta pusat-pusat pertumbuhan di antara keduanya. Dalam pengembangannya harus di bangun sejumlah stasiun, baik untuk angkutan penumpang maupun barang yang mendukung potensi ekonomi pada koridor tersebut. Selanjutnya pengembangan kereta cepat hingga Surabaya di teruskan saat pendapatan perkapita Indonesia telah cukup memenuhi standar di atas.

Karena proyek ini memerlukan dana besar, pemerintah Indonesia memutuskan bekerjasama dengan pihak swasta yang kemudian di kelola oelh PT. KCIC (Kereta Api Cepat Indonesia China). Sebab, dana APBN di fokuskan untuk pembangunan di luar Jawa, daerah terluar, dan tertinggal. Maka peran pemerintah terhadap proyek ini adalah mempercepat perizinan dan di harapkan dapat memberi jaminan politik juga.

Di akhir pemaparannya Bambang berpesan bahwa PT.KCIC harus cepat bekerja agar proyek ini dapat selesai pada kurun waktu 2015-2019. Pihak swasta tak perlu khawatir, sebab contoh proyek kerjasama swasta yang telah berhasil sudah ada, yaitu pembangunan Jembatan Suramadu yang di laksanakan dalam dua periode pemerintahan presiden yang berbeda, namun tetap dapat di selesaikan dengan sempurna.

Mari bergabung bersama Nusantarawan Hebat dan maju bersama sejahterakan ekonomi Indonesia. Wujudkan Indonesia sejahtera masyarakatnya.
Dapatkan banyak keuntungan dengan mendaftar di Nusantarawan Hebat.

Info lebih lanjut:

Email : [email protected]
Facebook : Nusantarawan Hebat
Youtube : Nusantarawan Hebat – N1H
Instagram : Nusantarawanhebat 
Tiktok : @nusantarawanhebatn1h 
Twitter : @NusantarawanN1H 
Linkedin : Nusantarawan Hebat
Whatsapp: +628111194951

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Artikel Terpopuler

Tetap Terkoneksi