Indonesia Pelopor Gerakan Dekarbonisasi Global

0
0

Bagikan Postingan:

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan Indonesia telah memiliki peran penting dalam upaya mensukseskan dekarbonisasi global untuk mengatasi krisis iklim.

Luhut menyebut, Indonesia sebagai pelopor komitmen negara bebas emisi karbon atau net zero emission di 2060 dengan target penurunan dalam Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 43 persen. Program energi terbarukan ini berhasil membuka investasi lintas negara sebesar USD 30 miliar.
“Indonesia telah mempelopori beberapa proyek dan komitmen dekarbonisasi terbesar.
Nol bersih pada tahun 2060,” kata Luhut saat membuka Indonesia Sustainability Forum (ISF), Jakarta, Kamis (7/9).

Potensi Dekarbonisasi Global

Luhut juga mengatakan, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar dengan daya lebih dari 3.600 Gigawatt (GW) . Dengan potensi tersebut, Luhut memastikan pemerintah Indonesia akan terus mengembangkan energi ramah lingkungan.
Bukan hanya itu, Indonesia juga memiliki sumber daya mineral yang melimpah yang penting untuk transisi energi, seperti nikel, timah, bauksit, dan tembaga.
“Indonesia memiliki sumber daya mineral penting yang melimpah yang penting untuk transisi energi; Nikel, timah, bauksit, tembaga dalam hal cadangan global. Indonesia telah mempelopori beberapa proyek dan komitmen dekarbonisasi terbesar,” ungkap Luhut.

Ia pun menyebut pemerintah Indonesia terbuka untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam mendorong pembangunan energi hijau melalui pembangunan bisnis baru ramah lingkungan yang beralih ke praktik.

KTT ke-43 ASEAN Resmi Di tutup, Indonesia Konkretkan ASEAN sebagai Epicentrum of Growth

Ekonomi Hijau

“Memulai dan meningkatkan ekonomi hijau melalui pembangunan bisnis baru yang ramah lingkungan dan beralih ke praktik yang lebih berkelanjutan,” ungkap Luhut.

ia juga menjelaskan, untuk itu, Indonesia membuka pintu kolaborasi dengan mitra luar dalam menangani masalah perubahan iklim yang di galakkan dalam Indonesia Sustainability Forum (ISF).

“Kami membuka diri untuk bekerjasama terkait tantangan keberlanjutan global. Kita akan mendiskusikan banyak topik terkait tantangan keberlanjutan selama dua hari forum,” ujar Luhut.

Sambung Luhut, karena selama dua hari penyelenggaraan ISF, akan ada 10 sidang paripurna dan 14 sesi tematik yang membicarakan empat pilar pertumbuhan berkelanjutan.

Pertama, menekan dampak emisi gas rumah kaca sekaligus limbah dari aktivitas ekonomi. Kedua, melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistem guna membuat bumi jadi tempat yang aman untuk di tinggali.

“Ketiga, memulai dan meningkatkan ekonomi hijau dengan membangun gedung hijau baru dan beralih ke praktik lebih berkelanjutan. Terakhir, mengerahkan teknologi finansial, sumber daya manusia, dan penggerak lainnya untuk mempercepat pertumbuhan berkelanjutan,” tuturnya.

Mari bergabung bersama https://nusantarawanhebat.com dan maju bersama sejahterakan ekonomi Indonesia. Wujudkan Indonesia sejahtera masyarakatnya.
Dapatkan banyak keuntungan dengan mendaftar di Nusantarawan Hebat.

Info lebih lanjut:

Email : [email protected]
Facebook : Nusantarawan Hebat
Youtube : Nusantarawan Hebat – N1H
Instagram : Nusantarawanhebat 
Tiktok : @nusantarawanhebatn1h 
Twitter : @NusantarawanN1H 
Linkedin : Nusantarawan Hebat
Whatsapp: +62 811-1194-951

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Artikel Terpopuler

Tetap Terkoneksi