Hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar)

0
0

Bagikan Postingan:

Hari Surat Perintah 11 Maret, atau yang lebih di kenal dengan sebutan Supersemar, adalah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang terjadi pada tanggal 11 Maret 1966. Surat Perintah 11 Maret di keluarkan oleh Presiden Soekarno kepada Letnan Jenderal Ahmad Yani, Kepala Staf Angkatan Darat, untuk menyelesaikan krisis politik yang terjadi di Indonesia saat itu. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang Supersemar dan dampaknya pada Indonesia.

 

Latar Belakang Supersemar

 

Pada awal 1960-an, Indonesia mengalami masa-masa sulit yang di tandai dengan ketidakstabilan politik dan ekonomi. Di tahun 1965, terjadi peristiwa G30S/PKI yang mengguncang Indonesia. Saat itu, Letnan Jenderal Soeharto berhasil mengambil alih kekuasaan dan membentuk pemerintahan baru. Meskipun Indonesia telah memasuki era baru, ketidakstabilan politik masih terjadi dan situasi semakin tegang di antara elemen-elemen militer.

Cara Membuat Konten yang Relevan dan Berbobot

 

Pada Maret 1966, Presiden Soekarno merasa terancam oleh angkatan militer dan melihat perlunya tindakan untuk menyelesaikan krisis politik yang terjadi. Pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar yang memberikan kekuasaan penuh kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil alih pengendalian pemerintahan dan menangani krisis politik yang terjadi di Indonesia.

 

Isi Supersemar

 

Supersemar terdiri dari dua halaman, di mana pada halaman pertama berisi perintah kepada Letnan Jenderal Ahmad Yani, Kepala Staf Angkatan Darat, untuk menyerahkan kekuasaannya kepada Letnan Jenderal Soeharto. Sedangkan pada halaman kedua, Presiden Soekarno memberikan kekuasaan kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk menangani krisis politik yang terjadi di Indonesia.

 

Kontroversi Supersemar

 

Supersemar menjadi kontroversial karena konteks politik dan kekuasaan yang di embannya. Beberapa anggota militer menuduh bahwa Surat Perintah 11 Maret di keluarkan dengan tujuan untuk menggulingkan kekuasaan militer. Namun, Presiden Soekarno menyatakan bahwa tujuan dari Supersemar adalah untuk menyelesaikan krisis politik yang terjadi di Indonesia.

 

Dampak Supersemar

 

Supersemar memiliki dampak yang sangat besar pada sejarah Indonesia. Letnan Jenderal Soeharto menggunakan Surat Perintah 11 Maret sebagai dasar untuk mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno. Pada akhirnya, Supersemar menjadi dasar hukum bagi Soeharto untuk membangun rezim Orde Baru yang bertahan selama 32 tahun.

 

Di bawah kepemimpinan Soeharto, Indonesia mengalami kemajuan ekonomi dan stabilitas politik yang relatif stabil. Namun, pada saat yang sama, pemerintahan Soeharto juga terkenal dengan kebijakan yang otoriter dan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas. Kondisi ini memicu protes dan gerakan reformasi yang kemudian memaksa Soeharto mengundurkan diri pada tahun 1998.

 

Supersemar juga mengubah tata kelola pemerintahan Indonesia. Setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Soeharto, sistem presidensial diubah menjadi sistem kepresidenan-parlementer. Selain itu, Supersemar juga menandai akhir dari masa kepemimpinan Presiden Soekarno dan memulai era baru dalam sejarah Indonesia.

 

Peringatan Supersemar

 

Setiap tahun pada tanggal 11 Maret, Indonesia memperingati Hari Surat Perintah 11 Maret sebagai penghormatan terhadap peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Hari ini menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk merefleksikan kembali sejarah bangsa dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan Indonesia.

Namun, peringatan Supersemar juga menjadi momen yang kontroversial dan dianggap sebagai peristiwa yang penuh dengan kecurangan dan pelanggaran hak asasi manusia. Meskipun demikian, Supersemar tetap merupakan bagian penting dalam sejarah Indonesia dan menjadi contoh bagaimana kekuasaan politik dapat mempengaruhi nasib bangsa.

Supersemar adalah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang terjadi pada tanggal 11 Maret 1966. Surat Perintah 11 Maret yang di keluarkan oleh Presiden Soekarno memberikan kekuasaan penuh kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil alih pengendalian pemerintahan dan menangani krisis politik yang terjadi di Indonesia. Supersemar memiliki dampak yang sangat besar pada sejarah Indonesia, di antaranya adalah pengambilalihan kekuasaan oleh Soeharto dan perubahan tata kelola pemerintahan Indonesia. Meskipun kontroversial, peringatan Supersemar menjadi momen bagi masyarakat Indonesia untuk merefleksikan kembali sejarah bangsa dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan Indonesia.

 

Penandatanganan dan Isi Supersemar

 

Pada 11 Maret 1966, Presiden Sukarno yang sedang melantik Kabinet Dwikora di Istana Merdeka, terpaksa harus meninggalkan sidang lebih cepat. Sukarno di ungsikan ke Istana Bogor bersama Wakil Perdana Menteri I Soebandrio dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh. Di kutip dari buku Misteri Supersemar oleh Eros Djarot (2006), ada laporan terkait pergerakan pasukan liar di sekitar istana. Pasukan ini belakangan diketahui merupakan Pasukan Kostrad pimpinan Kemal Idris yang hendak “membersihkan” orang-orang di kabinet yang di duga terlibat G30S. Pada malam harinya di Istana Bogor, Sukarno di temui oleh Bigjen M. Jusuf, Bigjen Amirmachmud, dan Birgjen Basuki Rahmat.

Ketiga Brigjen ini merupakan utusan dari Soeharto yang memiliki tugas untuk membicarakan terkait situasi yang sedang terjadi. Mereka menjelaskan pesan kepada Presiden Sukarno, bahwa Soeharto mampu mengendalikan situasi dan memulihkan keamanan. Akan tetapi, Sukarno harus mengeluarkan surat tugas yang memberikan Soeharto untuk mengambil tindakan.

Sukarno terpaksa menyepakati Surat Perintah 11 Maret 1966 yang memberikan mandat kepada Suharto untuk menjamin jalannya pemerintahan dan revolusi. Di kutip dari buku Mengapa G30S/PKI Gagal? oleh Samsudin (2004), surat ini memberikan wewenang kepada Soeharto selaku Panglima Angkatan Darat guna mengambil tindakan yang di perlukan dalam pemulihan keamanan dan ketertiban.

Inti dari Supersemar adalah surah perintah dari Presiden Sukarno kepada Letjen Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu dalam pengamanan negara. Hal di lakukan karena keadaan negara pada waktu itu sedang rentang, salah satunya karena dampak peristiwa G30S PKI.

 

Fakta Menarik dari Supersemar

 

  • Surat perintah dari Presiden Soekarno pada saat itu yang menginstruksikan Presiden Soeharto merupakan Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban untuk meredakan keamanan yang buruk saat itu.
  • Awal dari peralihan orde lama ke orde baru dan menjadi awal kelahiran pemerintahan Soeharto.
  • Bukan surat pemindahan kekuasaan Republik Indonesia
  • Memiliki 3 versi yang disebutkan diatas. Berbagai sumber menyatakan naskah asli supersemar sudah tidak ada karena dibakar oleh oknum yang memiliki tujuan tertentu

INFO PENTING!

Untuk sobat Nusantarawan yang masih bingung untuk pembuatan website, kami siap membantu dan menyediakan jasa pembuatan website, klik disini jika minat www.nusantarawanhebat.com

Jika anda bingung mencari jasa website. Kami menyediakan jasa website yang terpercaya dan professional. Paket

Tertarik Punya Website Professional Sendiri? Klik Untuk Info Jasa Pembuatan Website Termurah!

Video Terbaru

Mari bergabung bersama https://nusantarawanhebat.com dan maju bersama sejahterakan ekonomi Indonesia. Wujudkan Indonesia sejahtera masyarakatnya.
Dapatkan banyak keuntungan dengan mendaftar di Nusantarawan Hebat.

Info lebih lanjut:

Email : [email protected]
Facebook : Nusantarawan Hebat
Youtube : Nusantarawan Hebat – N1H
Instagram : Nusantarawanhebat 
Tiktok : @nusantarawanhebatn1h 
Twitter : @NusantarawanN1H 
Linkedin : Nusantarawan Hebat
Whatsapp: +62 811-1194-951

Tags

Bagikan Postingan:

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Artikel Terpopuler

Tetap Terkoneksi